materi gamelan jawa kelas 12

Materikelas XI, KD: Mengekspresikan diri melalui karya seni kriya. Istilah seni kriya ini berasal dari kata krya (bahasa Sanskerta) yang berarti “mengerjakan”, dari akar kata tersebut selanjutnya berubah menjadi kata kriya, karya, kerja. Dalam pengertian arti husus yakni, mengerjakan sesuatu untuk mengubah suatu benda atau objek. PutriNur Azharah. - Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:29 WIB. Kunci Jawaban Matematika Kelas 10 SMA Halaman 18 Materi Peluruhan Eksponensial (Istimewa) AYOINDONESIA.COM -- Kami sampaikan di bawah ini informasi terkait kunci jawaban Matematika kelas 10 SMA halaman 18 mengenai materi peluruhan eksponensial. Dibuatnya Jawa Wayang kulit dan wayang beber bisa ditemukan di Jawa, Bali, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat. Tradisi wayang berbentuk teater boneka dengan menggunakan layar (kelir), gamelan, dan 400-an wayang. Hidup tidaknya pertunjukan ini ditentukan oleh dalang, karena dialah yang menguasai pertunjukan. Soal Jawaban & Kisi-Kisi Penilaian Harian (PH) / Ulangan Harian (UH) Kelas 4 SD Tema 1 Subtema 3 Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 - Penilaian Pembelajaran adalah salah satu metode yang digunakan oleh Guru untuk mengetahui pemahaman Peserta Didik terhadap materi pembelajaran. Penilaian Pembelajaran dapat dilaksanakan dengan KELASXII SM 1 MAPEL BAHASA JAWA_MATERI III_TEKS EKSPOSISI GAMELAN JAWA. Materi Belajar XI dan XII TKJ Administrasi Infrastruktur Jaringan Assalamu'alaikum Wr.WbBerikut materi belajar siswa kelas XI dan XII TKJ Mapel Administrasi Infrastruktur Jaringa. 13/07/2021 10:15 - Oleh Suryadi, S. Kom - Dilihat 383 kali Site De Rencontre Femme De L Est. Gamelan sebagai musik pengiring/accompaniment sering disebut dengan istilah kerawitan yang merupakan salah satu bentuk penyajian instrumentalia musik. Beberapa bentuk karya seni tradisional Jawa yang diiringi menggunakan alat musik gamelan antara lain tembang Jawa, baik tembang klasik tembang gede, tembang tengahan, tembang macapat, maupun tembang/ lagu modern campursari, dangdut, dll, tembang dolanan anak, kesenian wayang, kesenian tari tradisi, dan lain-lain. Pengertian Gamelan Dalam bahasa Jawa Kuno kata gamel berani menabuh bunyi-bunyian. Sedangkan kata gamelan berarti alat musik yang cara penggunaannya dengan ditabuh atau dipukul. Dalam bahasa Jawa Baru gamelan sering disebut dengan gangsa yang berasal dari dua suku kata, yaitu ga dan sa sebagai kependekan dari kata tembaga dan rejasa. Kedua unsur tersebut merupakan unsur dasar membuat gamelan yang baik. Di samping itu sementara ada beberapa ahli yang menyebutkan bahwa kata gangsa merupakan kependekan kata tiga dan sedasa yang merupakan kadar campuran membuat gamelan perunggu dengan komposisi tiga bagian timah rejasa dan sepuluh/sedasa bagian tembaga. DR. Mantle Hood dalam bukunya Javanese Gamelan in The World Music menjelaskan bahwa dalam bahasa Sansekerta kata perunggu = kamca. Kata kamca di kemudian hari berubah menjadi gangsa. Dan gangsa yang baik harus terbuat dari perunggu tulen dengan komposisi 77% tembaga dan 23% timah putih. Asal-Usul Gamelan Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa hampir tiap suku bangsa Indonesia memiliki alat musik yang disebut gamelan, meskipun bentuk dan jumlahnya berbeda-beda. Dalam perkembangannya menunjukkan bahwa gamelan Jawa yang ada di daerah Surakarta dan Yogyakarta merupakan gamelan yang paling lengkap dan bervariasi. Bukti-bukti arkeologi maupun sumber tertulis menyebutkan antara lain a. Dalam kitab Pustaka Raja Purwa bahwa pada tahun 162 Saka 240 M Sri Paduka Maharaja Buddha telah membuat alat tabuhan yang disebut Lokananta. Sumber lain mengatakan bahwa tahun 326 Saka 398M Sang Girinata menyuruh Bathara Indra untuk memberikan seperangkat gamelan kepada Sri Maharaja atau Raden Pakukuhan. Gamelan tersebut disebut gamelan surendro sura = gamelan dan indro Dewa Indra dewa perang. Kata surendro akhirnya berubah menjadi Slendro Jaap Kunt,1934 12. b. Keberadaan alat musik gamelan juga dapat kita temukan pada beberapa relief candi Borobudur, candi Ngrimbi, candi Kedaton dan pada candi Penataran serta candi Sukuh. Relief candi Borobudur yang didirikan sekitar pertengahan abad 9 berbentuk saron, kendhang, simbal, suling dan trompet. Sedangkan yang berada pada candi Ngrimbi, Kedaton, Penataran dam Sukuh melukiskan bonang, gong dan bendhe. c. Sejarah kerajaan Kediri ketika diperintah oleh Prabu Jayabaya menyebutkan bahwa tahun 1161 memerintahkan untuk menambah 1 rancang gamelan laras Pelog untuk melengkapi Iaras Slendro yang telah dimiliki sebelumnya. d. Serat Centhini yang ditulis akhir abad 18 sampai awal abad 19 dengan jelas menyebutkan bahwa orang Jawa telah memiliki gamelan yang terdiri dari 21 buah instrumen. Bukti tersebut berupa Iagu Macapat berbentuk Kinanthi. Terdiri dari 8 bait/pupuh. Di situ bahkan dijelaskan fungsi tiap-tiap instrumen dan peran pesinden, penggerong serta tukang keplok Bernard Suryabrata, 1987 17 sd 19. Kesimpulan bahwa gamelan telah dimiliki oleh bangsa Indonesia umumnya telah lama sekali yaitu sejak abad ke 3. Fungsi Instrumen Dalam Gamelan Meskipun komponen instrumen gamelan jumlahnya banyak namun dalam permainan bersama tidak akan menimbulkan karancuan bunyi. Hal ini karena masing-masing instrumen memiliki fungsi sendiri-sendiri. a. Fungsi Pamurba Irama/memimpin irama Fungsi ini dipercayakan kepada Kendhang. Kendhang sebagai konduktor mempunyai kewajiban mengatur irama, tempo maupun perubahan tempo ingin lambat maupun dipercepat. Dalam Lagu Dolanan, Tembang dan Gendhing kecepatan/temponya sebenarnya telah ditunjukkan dengan penggunaan pathet yang mengandung nilai-nilai filosofis kehidupan manusia lahir, dewasa dan mati. Pathet 6 Nem lambang kelahiran tanda tempo menunjukkan lambat. Pathet 9 Sanga lambang remaja/dewasa tempo menunjukkan setengah cepat/sedang dan Pathet Manyura menunjukkan tempo cepat-cepat/tergesa-gesa. Bahkan kadang-kadang musik belum selesai sudah berhenti. Suasana tergesa-gesa dalam menyelesaikan masalah sangat kenthal pada lagu/gendhing yang menggunakan pathet Manyura. Perubahan tempo pada permainan musik gamelan sebenarnya sudah diklarifikasi dengan bentuk-bentuk irama tertentu sebagai berikut Nama Tempo Gamelan Arti Dalam Bahasa Indonesia Nama Tempo Musik Kecepatan Irama Lancaran amat cepat presto 135 s/d 150 Irama I cepat allegro 115 s/d 135 Irama IIa agak cepat allegretto 100 s/d 115 Irama IIb sedang moderato 80 s/d 100 Irama IIIa sedikit pelan andante 60 s/d 80 Irama IIIb pelan, lambat adagio 50 s/d 60 Irama IV pelan sekali largo 40 s/d 50 b. Pamurba Lagu/Mengarahkan Lagu Lagu/Gendhing yang akan dimainkan dalam musik gamelan biasanya diarahkan oleh instrumen rebab atau Bonang Barung. Fungsi kedua alat musik tersebut ialah mengarahkan laras, pathet. Dalam permainan musik umum sering disebut dengan intro. Intro dalam gamelan sering diwujudkan oleh olah vokal dari jenis tembang tertentu. Dan biasanya diambilkan dari tembang Macapat atau tembang Gedhe. c. Pamangku Irama/Penjaga Kestabilan Tempo Fungsi menjaga kestabilan tempo ini diarahkan kepada instrumen Kethuk, Kenong, Kempul dan Gong. Permainan musik gamelan adalah permainan bersama. Oleh karena kebersamaan atau kerampakan sangat diperlukan, supaya tidak saling mendahului atau menyimpang dari teksture dalam permainan orchestra. d. Pamangku Lagu/Pembawa Melodi Pokok Fungsi ini diserahkan kepada alat-alat musik balungan yaitu Saron Demung, Saron Barung, Saron Peking dan Slenthem. Melodi suatu lagu/gendhing adalah unsur pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam permainan musik Band tugas ini sering diserahkan kepada pemain gitar melodi, pianis/organ. c. Pangrengga Lagu/Pelengkap Lagu Permainan musik sebenarnya ialah kemampuan atau keahlian seorang aranger/pengatur komposisi agar bunyi-bunyian yang dipergunakan menjadi indah. Fungsi alat musik gamelan yang mendapat tugas ini ialah Suling, Gender Penerus, Bonang Penerus, Celempung dan Siter. Wacana Eksposisi Bab GamelanSMA/SMK kelas 12 Semester 1 Gamelan Jawa iku sawijining utawa corak gamelan sing urip ing tlatah Yogyakarta uga Jawa Tengah lan sabageyan Jawa Wetan. Gamelan saged dingge ngiringgi mawarni-warni Kesenian Tradisional kayata dingge ngiringi Pagelaran Wayang, Kethoprak, Jathilan lan kesenian tradisional liyanipun. Musik Gamelan Jawa iki beda karo musik gamelan saka dhaerah liya, yen musik gamelan Jawa lumrahenduwe nada luwih lembut, lembut lan nganggo laya luwih alon, beda karo musik Gamelan Bali ingkang layane luwih cepet, uga musik gamelan sundha ingkang rasa musikke “nglaras” banget mendayu-dayu lan didominasi swara suling. Gamelan Jawa iku ndue nada-nada pentatonis. Gamelan Jawa iku nduweni 2 laras yaiku Laras Slendro lan Laras pelog, Laras Slendro nduweni urutan nada-nada 123567, menawi Laras Pelog nduweni nada-nada 1234567. Gamelan Jawa ndue aturan-aturang ingkang wis pakem, antarane katata saka pirang-pirang rambahan utawa puteran utawa pathet utawa jero cetheking swara, uga ana aturan sampek utawa cepet rendhete laku sing wis pakem, uga ana batesan-batesan Gongan lan melodine wis diatur nig bageyang-bageyan sing saben-saben ketata saka 4 nada gatra. Saben-saben piranti ndue fungsi dewe-dewe sing nuntun swara yaiku rebab, sing nunutn irama diarani kendhang. Arane pemain sing nabuh gamelan iku diarani pengrawit, panayagan utawa nayagautama wiyogo, sing nembang priya diarani wira-swara, sing wanita arane pesinden utawa swarawati. Wonten ing jaman modern iki, Gamelan menika kadang kala mboten dados remenipun para mudha. Kathah para mudha ingkang mboten mangertos babagan gamelan amargi para mudha wonten ing kasunyatan luwih kulina weruh utawa nyekel alat musik modern kayata Gitar, Bass, Piano, Drum, Biola lan sakpanunggalanipun, tinimbang nyekel utawa main alat musik Gamelan. Para mudha mboten gumyak pengen bisa maen Gamelan, mbokmenawi Gamelan ing pikiran paramudha yaiku alat musik ingkang ndadekke deweke katrok, cupu, lan ketinggalan jaman. Sedaya iku kleru Gaemlan iku salah setunggal alat musik ingkang kedhah diremeni uga dimangerteni tumrap sedaya tiyang, Gamelan iku alat musik khas Jawa uga warisan budaya Indonesia. Konsep Gamelan lan gunane Gamelan, basa kramane gangsa lan basa kawine pradangga. Gangsa satemene tembung camboran-wancahan, wutuhe murni tembaga + raja + sa. Tembaga lan rajasa iku arane pelican logam, dicampir lan diluluh digawe gamelan. Gunane seperangkat racikan gamelan 1. Kendhang, gunane kanggo pamurba irama 2. Kethuk, kenong, kepyak,gong, gunane kanggo pamangku irama 3. Barung, boning gedhe, gunane kanggo pamurba lagu 4. Demung, slenthem, gunane kanggo pamangku lagu 5. Gender,gambang,cemplung, gunane kanggo pamangku yatmaka 6. Rebab, gunane kango pambuka pathet 7. Suling,siter,keprak,kecer, gunane kanggo murih gayenge swasana. Laras lan Pathet 1. Laras, yaiku swara gamelan kang tumata kanthi gumathok. Gumathok kanthi mungguhing rikating kedhere ing dalem wektu kang tertemtu, gumathok mungguhing dhuwure. Nada Dasar Laras Pelog 1234567İ Laras Slendro 12356İ 2. Pathet, yaiku ukuran endhek-dhuwuring gndhing. Ya pathet iku sing nemtokake mapane gendhing ln matesi munggah-mudhuning panabuhe gamelan. Prinsip Bentuk Racikan Gamelan 1. Wilahan, yaiku gambang, gender, demung, barung, peking, lan slenthem Cara maine yaiku kanthi cara Dithuthuk 2. Blebekan, yaiku gong, kempul, kethuk, kenong, bonang, lsp Cara maine yaiku kanthi cara Dithuthuk 3. Kebukan, yaiku kendhang Cara maine yaiku kanthi cara Dikeplak 4. Sebulan, yaiku suling, terompet Cara maine yaiku kanthi cara Disebul 5. Saka kawat, yaiku rebab, cemplung, siter Cara maine yaiku kanthi cara Digesek Prosedural Langkah-langkah menyusun teks eksposisi. Wacana Eksposisi Wacana Eksposisi nduweni teges wacana sing isine ide, pendapat, buah pikiran, informasi, utawa pengetahuan sing ditulis tujuane kanggo njembarake kawruh memperluas wawasan sing maca. Isine wacana eksposisi yaiku kanggo njlentrehake bab marang sing maca lan ora meksa sing maca supaya percaya utawa melu apa sing dikarepake saka isi karangan mau. Wacan Eksposisi yaiku salah sawijining wacana sing bisa mbudidaya ngandharake pokok pikiran sing tujuane njembarake wawasan utawa pangerten sing maca. Ciri-ciri wacan eksposisi Arupa wacan informasi. Ana gambar, grafik, karo tabel sing magepokan karo isi wacan. Wasananing wacan ana penjelasan. Wacan eksposisi adate digunakake kanggo mbabar kaweruh utawa ilmu, definisi, pangerten, cak-cakan sawijining kegiatan, metode, cara, lan proses dumadi sawijining kakadeyan utawa bab. Tuladha Wacan Eksposisi Sejarah basa jawa, Cara gawe roti, dll. Jenis Wacan eksposisi Wacan sing nuduhake proses. Wacan sing nuduhake tuladha. Wacan sing nuduhake sebab akibat. Carane nulis wacan eksposisi Nemtokake underane Tema perkara. Nemtokake tujuwan. Ngumpulake data saka maneka sumber. Nyusun cenkorongan Kerangka sing cocok karo underan sing dipilih. Ngrembakakake Mengembangkan Cengkorongan dadi paragraf eksposisi. Jenis Paragraf eksposisi Eksposisi Definisi Eksposisi Klasifikasi Eksposisi Klasifikasi Eksposisi ilustrasi Eksposisi Perbandingan Eksposisi Laporan Gamelan Gamelan iku mujudake piranti musik Jawa padatan kanggo pangiring wong Urip,gamelan kena kanggo niteni wewatekane bisa kanggo nodhi utawa nguji kepiye rasa pangrasane menungsa mau nalika ngrasakake swarane gamelan. Gamelan uga bisa diarani gangsa yaiku tetabuhan musik Jawa kang ricikane akeh kanggo ngiring lagu-lagu utawa tembang-tembang Jawa kang umume diarani gendhing. Ricikan utawa jeneng-jenenge gamelan iku udakara ana limalas werna ,kayata Bonang panerus,Bonang Barung ,kempul lan gong ,kenong ,slenthem,gender penerus,gender Barung ,demung,saron panerus,saron Barung 1,saron Barung 2, Gambang,kethuk lan kempyang ,rebab ,serta kendhang . A. Maca lan nanggapi teks eksposisi ngenani gamelan Teks eksposisi iku sawijine karangan kang tujuwane nerangake utawa njelasake kadadeyan,kahanan,utawa swasana tinamtu supaya wong kang maca bisa mudheng lan ngerti kanthi kaya ngisor Iki . Gamelan Gamelan iku dumadi saka piranti werna-werna nanging tetep cacahe akeh,nanging yen diunekake bareng bisa nuwuhake ras kang Endah jalaran dilaras kanthi premati lan ditata kanthi endahe irama ,larase gamelan dibedakake dadi rong werna,yaiku laras slendro lan laras pelog. Laras slendro nyakup titilaras 1,2,3,5,6, dene laras pelog isine titilaras 1,2,3,4,5,6,7. Laras slendro lan Laras pelog kabedakake maneh kanggo mbedakake jinise iku jenenge digunakake minangka tenger kang bisa nuduhake titilaras kang dipadhakake karo solmisasi,pathet iku padha Karo nada ing laras slendro ana pathet 5,pathet 6, lan pathet manyura ,dene ing pathet laras pelog ana pathet 6 lan pathet mau nuduhake menawa sanajan wujude werna-werna nanging ora ngilang sipate kang nyawiji. B. Mbedhah perangane teks eksposisi Tuladha teks eksposisi ing ngarep bisa ditemokake titikane teks eksposisi . Titikane yaiku ana pambuka , isi , lan panutup . Cethane kaya kaya ing ngisor Iki . Pambuka Gamelan iku dumadi saka piranti werna-werna nanging tetep nyawiji. Isi Sanajan cacahe akeh,nanging yen diunekake bareng bisa nuwuhake ras kang endah jalaran dilaras kanthi premati lan ditata kanthi endahe irama,larase gamelan dibedakake dadi rong werna , yaiku laras slendro lan Laras dadi rong werna ,yaiku laras slendr kan Laras pelog. Laras slendro nyakup titilaras 1,2,3,5,6, dene laras pelog isine titilaras 1,2,3,4,5,6,7. Laras slendro lan Laras pelog kabedakake maneh kanggo mbedakake jinis iku jenengane pathet . Pathet digunakake minangka tenger kang bisa nuduhake titilaras kang digunakake. Upama dipadhakake karo solmisasi,pathet iku padha Karo nada dasar .Pathet ing Laras slendro ana pathet 5, pathet 6, kan pathet manyura,dene ing pathet ing Laras pelog ana pathet 6 lan pathet barang. Panutup Kabeh mau nuduhake menawa sanajan wujude werna-werna nanging ora ngilang sipate kang nyawiji . Sumber Buku Bahasa Jawa 3 kelas XII SMA/SMK/MA Gamelan iku mujudake piranti musik Jawa padatan kanggo pangiring tembang. Tumrape wong urip, gamelan kena kanggo niteni wewatekane menungsa. Karepe, bisa kanggo nodhi utawa nguji kepiye rasa - pangrasen menungsa mau nalika ngrasake swarane gamelan. Gamelan uga bisa diarani gangsa yaiku tetabuhan musik Jawa kang ricikane akeh kanggo ngiring lagu - lagu utawa tembang Jawa kang umume diarane gendhing. Ricikan utawa jeneng - jenenge gamelan iku udakara ana limalas werna, kayata bonang panerus, bonang barung, kempul lan gong, kenong, slentem, gender panerus, gender barung, demung, saron panerus, saron barung 1, saron barung 2, gambang, kethuk lan kempyang, rebab, sarta kendhang. A. Maca lan nanggapi teks eksposisi ngenani gamelan Teks eksposisi iku sawijine karangan kang tujuwane nerangke utawa njelaske kedadeyan, kahanan, utawa swasana tinamtu supaya wong kang maca bisa mudheng lan ngerti kanthi cetha. Tuladhane ; Gamelan Gamelan iku dumadi saka piranti werna - erna nanging tetep nyawiji. Sanajan cacahe akeh, nanging yen diunekake bareng bisa nuwuhake ras kang endah jalaran dilaras kanthi premati lan ditata kanthi becik. Murih endahe irama, larase gamelan dibedakake dadi rong werna, yaiku laras slendro lan laras pelog. Laras slendro nyakup titilaras 1,2,3,5,6 dene laras pelog isine titilaras 1,2,3,4,5,6,7. Laras slendro lan laras pelog kabedakake maneh jinise. Sarana kanggo mbedakake jinis iku jenenge pathet. Pathet digunakake minangka tenger kang bisa nuduhake titilaras kang digunakake. Upama dipadhakake karo solmisasi, pathet iku padha karo nada dasar. Pathet ing laras slendro ana pathet 5, pathet 6, lan pathet manyura, dene ing pathet laras pelog ana pathet 6 lan pathet barang. Kabeh mau nuduhake menawa sanajan wujude werna - werna nanging ora ngilangi sipate kang nyawiji. B. Mbedhah perangane teks eksposisi Tuladha eksposisi ing nduwur bisa ditemokake titikane teks eksposisi. Tititkane yaitu ana pambuka, isi, lan panutup. Cethane kaya ing ngisor iki. PAMBUKA Gamelan iku dumadi saka piranti werna - werna nanging tetep nyawiji ISI Sanajan cacahe akeh, nanging yen diunekake bareng bisa nuwuhake ras kang endah jalaran dilaras kanthi premati lan ditata kanthi becik. Murih endahe irama, larase gamelan dibedakake dadi rong werna, yaiku laras slendro lan laras pelog. Laras slendro nyakup titilaras 1,2,3,5,6 dene laras pelog isine titilaras 1,2,3,4,5,6,7. Laras slendro lan laras pelog kabedakake maneh jinise. Sarana kanggo mbedakake jinis iku jenenge pathet. Pathet digunakake minangka tenger kang bisa nuduhake titilaras kang digunakake. Upama dipadhakake karo solmisasi, pathet iku padha karo nada dasar. Pathet ing laras slendro ana pathet 5, pathet 6, lan pathet manyura, dene ing pathet laras pelog ana pathet 6 lan pathet barang. PANUTUP Kabeh mau nuduhake menawa sanajan wujude werna - werna nanging ora ngilangi sipate kang nyawiji. C. Nulis teks eksposisi ngenani gamelan nganggo basa kang cocog karo kahanan lan pranatane Nulis teks eksposisi iku ora angel watone manut pranatan utawa aturan kang gumathok. Pranatane kang gumathok yaiku ana pambuka, isi, lan panutupe. Bab apa wae kang arep dieksposisikake carane padha, yaiku nganggo rumus kaya ngene. Pambuka A iku B Isi B = B1+B2+B3+B ... B = ................. ; B2 = .............. ; B3 = ............... ; B = ............ Panutup B nuduhake menawa A.... Matur Nuwun ~ sumber Gegaran Nyinau Basa Jawa 3 Yudhistira Description Dasar Teks Eksposisi lan Ricikan Gamelan Keywords eksposisi gamelan Read the Text Version No Text Content! Pages 1 - 24 d PASINAON BASA JAWA SMA ICBS 01 TEKS EKSPOSISI GAMELAN Kanggo Kelas 12 SMA Insan Cendekia Boarding School Sukoharjo d SOCIAL MEDIA REPORT 11 Kompetensi Dasar Menelaah teks eksposisi tentang gamelan Menulis teks eksposisi gamelan d menemukan pengertian teks eksposisi tentang gamelan mengidentifikasi ciri – ciri teks eksposisi menemukan isi teks eksposisi gamelan dengan 03 mengenali jenis-jenis gamelan dan cara memainkannya serta mengetahui amanat dan hubungannya dengan perkembangan seni musik tradisi di masa sekarang Ancas Pasinaon Tujuan Pembelajaran d URUTAN PASINAON 02 Urutan Nyinau Teori Teks Pasinaon Eksposisi Dhiskusi teks eksposisi Pembelajaran Daring gamelan Nggarap kuis Quizizz Ngandharake refleksi kasil dhiskusi & kuis d GAMELAN JAWA TEGESE 07 TEKS Wacana eksposisi yaiku salah EKSPOSISI sawijining jenis wacana sing bisa mbudidaya ngandharake pokok Pangertene Teks Eksposisi pikiran sing tujuanne njembarake wawasan utawa kanggo nambah informasi lan jelasake pangerten wong sing kang maca. d TUJUAN LAN PANULISANE Tujuan Teks Ekposisi Tujuan wacana eksposisi adate digunakak kanggo mbabar kaweruh utawa ilmu, definisi, 06 pengerten, cak-cakan sawijining kegiatan, metode, cara lan proses dumadi sawijining kekadeyan utawa bab Ciri Wacan Eksposisi wacan informasi gambar, grafik, karo tabel sing magepokan karo isi wacan wacan ana penjelasan. d SOCIAL MEDIA REPORT Eksposisi Definisi Eksposisi Klasifikasi Jinise Teks Eksposisi Ilustrasi 17 Eksposisi Eksposisi Proses Eksposisi laporan lan sapiturute d TEKS EKSPOSISI STRUKTUR TEKS EKSPOSISI 13 1. TESIS Yaiku pambuka ing eksposisi wujude opini lan andharan idhe pokok 2. ARGUMENTASI yaiku peprincen andharan kang diwedharake kanthi dhata utawa panemu 3. PENEGASAN ULANG yaiku dudutan lan informasi panutup kanggo nguwatake idhe lan peprincen kang diandharake d Panulisane Teks Eksposisi Underan Data/ peprincen 20 nemtokake underan Tujuan Ngumpulake data utawa tema sing arep utawa peprincen saka Nemotokake tujuan ide pokok ditulis dadi ide pokok panulisan teks Cengkorongan tulisan Nyusun Naliti Kasil Tulisan Ngembangake cengkorongan/ kerangka karangan Tulisan teks kang wis Cengkorongan kang wis dadi ditaliti supaya digawe dikembangake manteb lan trep. kanthi nyusun ukara manut tata tulis kang trep d PENDALAMAN MATERI RICIKAN 03 GAMELAN JAWA Pangerten, Jinis Alat Musik, lan Kawruh/ Istilahe d Pangerten Gamelan miturut Baoesastra Djawa Poerwadarminta inggih punika arane tetabuhan kangrericikane akeh banget saron, 03 bonang, gender, lsp. Gamelaniku salah sijining jinis utawa corak gamelan kang urip ing tlatah Jawa Tengah uga Yogyakarta lan sabageyan Jawa Wetan. Pangertene Gamelan d KUNCARA RUMING BANGSA Andharan cekak bab DUMUNUNG ING LUHURING BUDAYA ricikan gamelan miturut wujud, 04 Ricikan bahan, cara nabuh Gamelan gamlen d GAMELAN JAWA 07 1. WUJUD TEBOKAN Ricikan gamelan ingkang wujud tebokan iku cara nabuh dithuthuk bedhug, tambur utawi dipunkebuk kendhang. d 12 2. WUJUD Gamelan ingkang wujudipun wilahan inggih WILAHAN punika Gender, Slenthem, Gambang, Demung, Saron, Peking. Caranipun nabuh dipunthuthuk. d 12 2. WUJUD Gamelan ingkang wujudipun wilahan inggih WILAHAN punika Gender, Slenthem, Gambang, Demung, Saron, Peking. Caranipun nabuh dipunthuthuk. d 3. WUJUD 12 WILAHAN PENCON Gamelan ingkang wujudipun wilahan pencon inggih punika Slentho, Gong Kemodhong, Kecer. Cara nabuhipun dipunthuthuk. d 12 4. WUJUD Gamelan ingkang wujudipun pencon inggih PENCON punika Bonang, Kethuk, Kenong, Kempyang, Kempul, Suwukan, Gong. Cara nabuh dipunthuthuk, jagur. d 5. WUJUD 12KAWATAN Gamelan ingkang wujudipun kawatan inggih punika Rebab, Siter, Clempung. Cara nabuh Rebab dipungesek, dene Siter lan Cemplung dipunpethik utawi cuwik d 12 6. WUJUD Gamelan ingkang wujudipun pipa inggih punika PIPA Suling saha Kemanak. Cara ngungelaken Suling dipunsebul, dene Kemanak dipuntabuh. d Kasusastran 15 kang tinemu ing gendhing istilah-istilah kang ana ing sajroning gendhing utawa karawitan Jawa d 1. Cakepan yaiku syair, tetembungan kang dienggo ing tembang. 2. Cengkok yaiku lak – luking swara kanggo nglagokake tembang. 13 3. Gendhing yaiku swara lelagoning gamelan 4. Gamelan yaiku Piranti karawitan kanggo ngiringi tembang. Kayata ; bonang, kendhang, gong kempul, gender, gong gedhe, peking, demung, saron, kenong, slenthem, gambang, rebab, siter, lsp. 5. Laras yaiku rasa thinthingane swara cendhak nganti swara dhuwur. d 6. Titi laras yaiku angka minangka gantine laras swara cendhak tekan swara dhuwur. 13 7. Pathet yaiku ukuran cendhek lan dhuwure swara kanggo nglagokake tembang. 8. Pedhotan yaiku pamedhoting swara ing tengahing tembang ing saben larik. 9. Senggakan yaiku unen – uen mawa lagu ing satengahing tembang kang binarungswaraning gendhing / pradangga 10. Swarawati yaiku waranggana, pesindhen, penyanyi putri. d 11. Wiraswara yaiku penyanyi kakung 12. Gerong yaiku tembang kang Istilah ing dilagokake bareng karo gamelan 17 Karawitan kanggo mbarengi gendhing, dene sing gerong para wiraswara / pradangga. 13. Sindhenan yaiku tetembangan kang dilagokake dening waranggana utawa pesindhen binarung swaraning gamelan / lelagoning gendhing. 14. Irama yaiku ukuran rindhik rikating penabuhing gamelan. 15. Bawa yaiku tembang kang kanggo mbukani gendhing utawa miwiti gendhing tanpa tabuhan. d MATERI GAMELAN Materi Diskusi Sampun Penugasan 18 Matur Penilaian Remidi Nuwun

materi gamelan jawa kelas 12