kejadian 4 ayat 1 16
JURNALSOREANG - Dalam artikel ini akan ada surat Yusuf untuk ibu hamil ayat 1-16, lengkap dengan latin dan terjemahan Indonesia. Diketahui surat Yusuf (bersama Maryam) dipercaya mempunyai banyak kandungan dan manfaat terutama jika dibaca oleh ibu hamil.. Surat Yusuf ini Berisikan janji untuk memberikan kejayaan kepada seseorang setelah dia berhasil melewati ujian yang nyata.
KL1863 TB: Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.
1Thessalonians 5:16-18. Rejoice always, pray continually, give thanks in all circumstances; for this is God's will for you in Christ Jesus. Rejoice evermore. Pray without ceasing. In every thing give thanks: for this is the will of God in Christ Jesus concerning you.
Kejadian4:1-16 : Dosa Manusia Jilid II - Persembahan Kain Posted by Unknown 11.16, under Renungan, Teologi Awam | No comments Setelah kemarin kita membaca Kejadian pasal 1-3 tentang Asal Dosa Manusia, Restorasi dan Keselamatan manusia, narasi teks Alkitab Kejadian 4 ini dimulai dengan kelahiran Kain, anak Adam yang pertama.
CatatanAyat Full Life - Kejadian 33:16: Pengantar | Konteks | Kejadian 33:16
Site De Rencontre Femme De L Est. Kemudian Adam bersetubuh dengan Hawa, istrinya, dan hamillah wanita itu. Ia melahirkan seorang anak laki-laki dan berkata, “Dengan pertolongan TUHAN aku telah mendapat seorang anak laki-laki.” Maka dinamakannya anak itu Kain. Lalu Hawa melahirkan seorang anak laki-laki lagi, namanya Habel. Habel menjadi gembala domba, tetapi Kain menjadi petani. Beberapa waktu kemudian Kain mengambil sebagian dari panenannya lalu mempersembahkannya kepada TUHAN. Lalu Habel mengambil anak domba yang sulung dari salah seekor dombanya, menyembelihnya, lalu mempersembahkan bagian yang paling baik kepada TUHAN. TUHAN senang kepada Habel dan persembahannya, tetapi menolak Kain dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya geram. Maka berkatalah TUHAN kepada Kain, “Mengapa engkau marah? Mengapa mukamu geram? Jika engkau berbuat baik, pasti engkau tersenyum; tetapi jika engkau berbuat jahat, maka dosa menunggu untuk masuk ke dalam hatimu. Dosa hendak menguasai dirimu, tetapi engkau harus mengalahkannya.” Lalu kata Kain kepada Habel, adiknya, “Mari kita pergi ke ladang.” Ketika mereka sampai di situ, Kain menyerang dan membunuh Habel adiknya. TUHAN bertanya kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu?” Kain menjawab, “Saya tak tahu. Haruskah saya menjaga adik saya?” Lalu TUHAN berkata, “Mengapa engkau melakukan hal yang mengerikan itu? Darah adikmu berseru kepada-Ku dari tanah, seperti suara yang berteriak minta pembalasan. Engkau terkutuk sehingga tak bisa lagi mengusahakan tanah. Tanah itu telah menyerap darah adikmu, seolah-olah dibukanya mulutnya untuk menerima darah adikmu itu ketika engkau membunuhnya. Jika engkau bercocok tanam, tanah tidak akan menghasilkan apa-apa; engkau akan menjadi pengembara yang tidak punya tempat tinggal di bumi.” Maka kata Kain kepada TUHAN, “Hukuman itu terlalu berat, saya tak dapat menanggungnya. Engkau mengusir saya dari tanah ini, jauh dari kehadiran-Mu. Saya akan menjadi pengembara yang tidak punya tempat tinggal di bumi, dan saya akan dibunuh oleh siapa saja yang menemukan saya.” Tetapi TUHAN berkata, “Tidak. Kalau engkau dibunuh, maka sebagai pembalasan, tujuh orang termasuk pembunuhmu itu akan dibunuh juga.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain supaya siapa saja yang bertemu dengan dia jangan membunuhnya. Lalu pergilah Kain dari hadapan TUHAN dan tinggal di tanah yang bernama “Pengembaraan” di sebelah timur Eden.
Logo YouVersionAlkitabRencanaVideoDapatkan AplikasinyaPemilih BahasaIkon PencarianKejadian 416Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur AlkitabAplikasi Alkitab untuk Anak-AnakDapatkan Aplikasi Alkitab YouVersionSimpan ayat, baca luring, tonton klip pengajaran, dan lainnya!YouVersion menggunakan cookie untuk mempersonalisasi pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima penggunaan cookie seperti yang dijelaskan dalam Kebijakan Privasi kamiBerandaAlkitabRencanaVideo
Renungan 16 Okt 2021 Kejadian 4 1-16 Kain dan Habel Renungan Kejadian 4 1-16 Kain dan Habel. Kita pikir, kita cukup percaya diri tetapi ketika insecure menyusup dalam keseharian kita, emosi mulai mengusik. Itu bisa terjadi dalam pekerjaan, hubungan dengan saudara, bahkan penampilan. Uh, sepertinya mau mengamuk dan berteriak pada ketidakadilan. Mungkinkah mengusir rasa iri yang melirik ke arah kita dan mengganggu mood kita dalam keseharian itu? Mungkin, caranya 1 identifikasikan secara pasti masalah yang kita cemburui. 2 tanyakan diri kita, apakah dengan mendapatkan hal tersebut benar-benar akan membuat kita lebih lengkap dan utuh? 3 tetapkan apakah hal tersebut akan memungkinkan kita untuk menggapai. Kain dan Habel Iri hati memang sifat yang sangat lekat dengan kehidupan manusia. Meski begitu bukan berarti kita harus membiarkan rasa iri berkembang dalam hati, karena iri hati termasuk sifat negatif, yang kalau dibiarkan akan berdampak pada perbuatan dosa lainnya. Contohnya, Kain yang iri terhadap Habel, adiknya, lantaran persembahan yang Habel berikan berkenan kepada Allah. Sedangkan persembahannya tidak dikenan-Nya. Allah yang mengetahui kejengkelan dan kemarahan Kain, langsung menegurnya agar Kain tidak membiarkan perasaannya berkembang menjadi perbuatan dosa lainnya. Namun karena Kain tidak mengindahkan teguran itu, alhasil, perasaan negatif yang tidak mampu dikuasainya membuat Kain melenyapkan nyawa Habel. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan diperhadapkan pada situasi yang bisa membuat kita iri dengan orang lain. Untuk itu, sebelum bekerja, mintalah kekuatan dan perlindungan Allah supaya kita senantiasa bisa mengendalikan perasaan negatif dan mengubahnya menjadi energi positif, yang mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu lebih baik. cia
Seorang anak bertanya kepada kakeknya, “Mengapa dua orang yang bertengkar mengeluarkan suara nyaring, kata – kata kasar dan berteriak padahal mereka berdekatan?” Kakeknya menjawab “ Orang yang sedang marah walaupun berdekatan tapi hati mereka jauh karena itu mereka bersuara keras dan berteriak. Tetapi jika ada cinta, hati dekat satu dengan yang lain maka mereka tidak akan saling berteriak karena dengan bisikan saja mampu melambungkan rasa. Bahkan jangankan kata – kata, bagi orang yang sedang jatuh cinta, satu kedipan mata saja dapat menyampaikan sejuta rasa di hati". Jadi ada perbedaan besar ketika hati dipenuhi oleh kemarahan, irih hati dan kebencian dengan ketika hati kita dipenuhi oleh cinta kasih. Kain dan Habel dua orang kakak beradik, anak - anak Adam dan Hawa. Kelahiran Kain disebut Hawa pada ayat 1 dalam pembacaan kita adalah karena pertolongan Tuhan. Tapi sayangnya hidup Kain tidak mengandalkan pertolongan Tuhan. Hati Kain tidak dipenuhi oleh cinta Tuhan. Habel adiknya yang seorang gembala kambing domba mempersembahkan bagi Tuhan, korban persembahan anak sulung kambing domba, yakni lemak – lemaknya. Habel mempersembahkan yang terbaik. Sedangkan Kain yang seorang Petani, mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Tuhan. Kain asal memberi saja, yang penting sudah memberi bagi Tuhan. Ternyata Tuhan bukan hanya melihat korban persembahan itu tapi Tuhan melihat hati. Tuhan melihat hidup orang yang memberi korban persembahan. Tuhan berkenan pada Habel dan korban persembahannya. Sedangkan Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan Tuhan. Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram. Kain marah. Kain tidak mengoreksi hidupnya dan persembahannya. Kain irih hati pada Habel. Irih hati kelihatannya sepele tapi sesungguhnya sangat berbahaya. Karena dari hal yang kecil yang dibiarkan dan tidak dikoreksi ternyata menjadi bencana besar. Kain juga muram. Kain kehilangan sukacita dan damai sejahtera Pada ayat 6 – 7, Tuhan menegur Kain. “Jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu”. Kain menutup hatinya dari cinta Tuhan. Kain mengeraskan hati terhadap teguran Tuhan karena cela dihatinya itu sudah terbuka bagi dosa. Maka Kain meneruskan rencana jahatnya. Kain membunuh Habel dengan cara yang licik. Kain berbicara seolah - olah bersikap baik kepada Habel, Kain mengajak Habel ke padang. Kain bersikap manis untuk tujuan jahat. Di padang itulah Kain membunuh Habel adik kandungnya sendiri. Kain berpikir tidak ada yang mengetahui perbuatannya. Tapi ternyata Tuhan tahu. Darah Habel berteriak kepada Tuhan. Tuhan bertanya kepada Kain tentang Habel. Kain masih berkelit dan membohongi Tuhan. Tuhan menghukum Kain. Kain dikutuk. Tanahnya tidak akan memberikan hasil dan ia akan menjadi pelarian dan pengembara. Kain menuai hasil dari perbuatannya. Cela kecil yang dibuka bagi dosa membinasakan hidup Kain. Hati yang dikeraskan dari Tuhan membuat ia tidak mengalami berkat. Hari ini di tengah pergumulan di Tanah Papua, Kisah Kain dan Habel menjadi pelajaran iman bagi kita semua. Kematian Habel terjadi karena Kain tidak dapat mengelola kemarahannya. Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Tetapi ketika kemarahan menjadi tidak terkontrol maka itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat berakibat pada kekerasan baik kekerasan fisik maupun psikis. Ketika emosi menjadi tidak terkendali maka kita bisa memaki, mengumpat, mengeluarkan kata – kata yang melukai hati orang lain. Dan yang lebih buruk dapat terjadi perkelahian, pertumpahan darah dan pembunuhan. Karena itu jangan membiarkan kemarahan, irih hati dan kebencian merusak kehidupan yang harmonis. Jika ingin hidup tentram, belajarlah mengelola kemarahan, padamlah kebencian lalu nyalakan dan kobarkan cinta Tuhan. Marilah menyatakan cinta kasih Tuhan kepada siapapun juga meskipun berbeda suku, agama, ras dengan kita. Tetaplah menyatakan cinta Tuhan bagi dunia meskipun kita mengalami penghinaan dari orang lain, meskipun iman kita dicemoohkan orang, meskipun kita mengalami perlakukan buruk. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Jadi bukalah hati untuk cinta Tuhan agar tidak ada celah bagi dosa, irih hati, kebencian dan dendam. Dunia saat ini mempertontonkan cara hidup menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Di Media massa, di media sosial, di sekitar kita, setiap saat kita melihat dan mendengar kekerasan terjadi. Kekerasan seolah telah menjadi trend masa kini. Kita harus sadar, kekerasan menjadi tanda bahwa hati nurani telah mati. Karena Tuhan tidak menciptakan kita menjadi manusia yang tanpa hati. Maka jangan mengikuti cara hidup duniawi. Yesus sudah memberi teladan melawan kekerasan dengan cinta kasih. Papua menjadi pergumulan kita bersama. Papua adalah rumah kita bersama. Mari jaga rumah bersama kita dengan kedamaian. Papua adalah tanah Injil. Mari bersikap sebagaimana orang – orang yang telah dimenangkan oleh Injil dalam menghadapi berbagai persoalan. Kita mengimani bahwa Tuhan tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi di atas Tanah Papua. Sebagaimana Tuhan mendengar darah Habel yang berteriak kepada Tuhan maka Tuhanpun tidak menutup mata ketika terjadi ketidak adilan, ketika orang tak bersalah menjadi korban, ketika darah orang benar tertumpah di atas tanah ini. Tuhan tidak menghendaki kita memperlakukan sesama dengan sewenang – wenang. Setiap orang akan menuai hasil dari perbuatannya. Siapa yang menabur cinta akan menuai cinta. Tetapi siapa yang menabur kebencian akan menuai kebinasaan. Kisah Kain dan Habel mengajarkan kita juga bahwa hidup pribadi dan persembahan kita adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Bukan soal berapa banyak yang dapat kita bawa sebagai persembahan bagi Tuhan tetapi bagaimana hidup kita berkenan dihadapanNya. Bukan soal berapa kali kita beribadah dan membaca firmanNya tapi sejauh mana kita melakukan kehendakNya dihidup kita. Jadikanlah hidup kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada Allah. Hidup yang berkenan kepada Allah adalah hidup yang menyatakan cinta kasih Allah. Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.
1Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya11–27 1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 2Kor. 46 Berfirmanlah Allah ”Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. 4Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6 2Ptr. 35 Berfirmanlah Allah ”Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” 7Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9Berfirmanlah Allah ”Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. 10Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11Berfirmanlah Allah ”Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. 12Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14Berfirmanlah Allah ”Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. 16Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20Berfirmanlah Allah ”Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” 21Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya ”Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” 23Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24Berfirmanlah Allah ”Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. 25Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26Berfirmanlah Allah ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27Kej. 51-2; Mat. 194; Mrk. 106; 1Kor. 117 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 29Berfirmanlah Allah ”Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. 31Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru
kejadian 4 ayat 1 16